MARKETING MIX “KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
Mata kuliah Manajemen Pemasaran
Disusun oleh :
Charisah (10390106)
Ali Akbar Ayatuloh (10390134)
Bambiny De Andreant (08390016)
Dosen :
Joko Setyono, SE .
KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011
Mata kuliah Manajemen Pemasaran
Disusun oleh :
Charisah (10390106)
Ali Akbar Ayatuloh (10390134)
Bambiny De Andreant (08390016)
Dosen :
Joko Setyono, SE .
KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011
BAB I
PENDAHUHUAN
PENDAHUHUAN
Komunikasi dalam segala aspek merupakan hal yang sangat penting untuk bisa berintewraksi dengan orang lain ataupun dengan segala hal yang ada. Komunikasi berfungsi untuk menyalurkan aspirasi ataupun isi hati kita agar bisa dimengerti oleh orang lain. Tentu aspek ini sangat penting dalam berbagai hal, diantaranya dalam kegiatan pemasaran dan pengenalan produk yang akan coba kita bahas pada makalah ini.
Tanpa dikomunikasikan, tidaklah mungkin sebuah produk akan ketahui apalagi terkenal dalam lingkungan masyarakat. Komunikasi dalam sebuah pemasaran betujuan untuk mengenalkan sebuah produk kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui manfaat, kualitas, maupun keunggulan produk yang ditawarkan kepada mereka.
Komunikasi ini dianggap berhasil apabila produk tersebut dapat diketahui oleh masyarakat luas, terkena, dapat diterima, dean juga di gemari oleh masyarakat sehingga tercipta citra yang baik dari masyarakat kepada produk dan perusahaan produksinya.
Komunikasi tersebut agar bisa menyalurkan aspirasi perusahaan dengan baik dibutuhkan strategi berkomunikasi yang baik yang dalam marketing mix dijelaskan dalam “strategi pemasaran terintegrasi” yang akan dibahas lebih lanjut pada makalah ini.
Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) adalah salah satu dari 4 elemen besar dari bauran pemasaran (marketing mix) yang dimiliki perusahaan. Pemasar harus mengetahui bagaimana menggunakan alat pemasaran untuk mengkomunikasikan keberadaan produk atau nilai yang dapat diberikan untuk target konsumen.
BAB 11
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
I. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran. Perannya sangat vital mengingat peran komunikasi dalam memfasilitasi hubungan saling menguntungkan antara perusahaan dengan pembeli prospektif.
Sebagai contoh, misalnya ada calon pembeli yang mempunyai kebutuhan yang mendesak, sementara perusahaan memiliki penawaran yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, namun apabila tidak ada komunikasi antara keduanya maka tak akan pernah terjadi transaksi pertukaran apapun.
Komunikasi diperlukan untuk memberitahu konsumen:
a. Tersedianya suatu penawaran (offering)
b. Benefit unik dari penawaran tersebut
c. Dimana dan kapan dapat diperoleh dan digunakan penawaran diatas.
Sampai sejauh mana konsumen mengetahui tentang apa yang dipasarkan yaitu melalui pesan yang benar-benar dikomunikasikan pada konsumen merupakan salah satu keputusan komunikasi yang sangat subyektif. Masing-masing situasi mesti dipelajari agar dapat ditentukan apakah pesannya sebaiknya bersifat informasional, penuh humor, atau justru hard sell.
II. PROSES PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI
A. Mengidentifikasi Audiensi Sasaran
Identifikasi audien sasaran adalah melakukan identifikasi pada pasar yang ingin kita bidik atau dengan kata lain melakukan segmentasi pasar. Segmen¬tasi pasar adalah tindakan membagi-bagi pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin menghargai variable untuk mendapatkan mana yang mengungkapkan peluang segmentasi terbaik. Untuk pemasaran produk konsumen, variabel segmentasi utama adalah geografi, demografi, psikografi, perilaku dan manfaat. Segmentasi komunitas internet variabel segmentasi utamanya adalah komunitas minat, komunitas relasi, komunitas relasi, komunitas fantasi, komunitas transaksi dan komunitas profesional. Sedangkan segmentasi pasar industri variabel utamanya adalah menurut variabel demografi, variabel operasional, pendekatan pembelian, faktor situasional dan karakteristik pribadi.
B. Menentukan Tujuan Komunikasi
Respon akhir yang diinginkan dari target audience tentunya "membeli" dan "puas". Namun tindakan membeli adalah hasil akhir dari proses yang panjang dalam pengambilan keputusan oleh konsumen. Komunikator pemasaran perlu mengetahui bagaimana target audience bergerak dalam tahap-tahap menuju kesiapan untuk membeli.
Pemasar mungkin ingin menempatkan sesuatu dalam benak konsumen (cognitive), merubah sikap konsumen (affective) atau mendorong konsumen untuk bertindak (behavioral).
Terdapat 4 model berbeda mengenai tahap respon konsumen yaitu "AIDA Model", "Hierarchy of effects model", "Innovation adoption model", dan "Communication model". Yang paling sering digunakan yaitu "Hierarchy of effect model" (learn-feel-do), terdiri dari tahap-tahap yang merupakan tujuan bertahap dari komunikasi, adalah sebagai berikut :
1. Awareness
Jika sebagian besar dari target audience belum sadar akan objek , maka tugas komunikator adalah membangun kesadaran konsumen akan keberadaan produk , mungkin dapat dengan pengenalan nama.
2. Knowledge
Setelah audience sadar akan keberadaan produk, mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan yang lebih akan produk, sehingga komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk kepada konsumen.
3. Liking
Ketika konsumen sudah mengetahui tentang produk tersebut, lalu bagaiman perasaan mereka? Komunikator pemasaran harus berusaha agar konsumen menyukai produk tersebut. Jika konsumen terlihat tidak menyukai produk tersebut, pemasar harus tahu mengapa dan berusaha memperbaiki dan mengkomunikasikannya lagi.
4. Preference
Konsumen mungkin menyukai produk itu tapi tidak lebih dari produk lain, sehingga pemasar harus membangkitkan preferensi konsumen akan produk yang ditawarkan. Pemasar akan mempromosikan kualitas produk, value, performance dan karakter lain.
5. Conviction
Konsumen mungkin sudah lebih menyukai produk yang ditawarkan tapi tidak membangun keyakinan untuk membelinya . Karena itu tugas pemasar adalah membangun keyakinan konsumen untuk melakukan tindakan yang terbaik, yaitu membeli.
6. Purchase
Terakhir, sebagian dari konsumen mungkin memiliki keyakinan tetapi belum juga membeli produk itu. Mungkin mereka menunggu informasi tambahan atau masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar harus mendorong konsumen untuk melakukan langkah akhir dengan cara menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah, atau menawarkan hadiah.
C. Merancang Pesan
Perumusan pesan menuntut komunikator untuk menjawab empat pertanyaan: apa yang ingin disampaikan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya secara simbolis (format pesan), dan siapa yang akan menyampaikannya (sumber pesan).
a) Isi Pesan
Isi pesan sangat dipengaruhi oleh konsep produk. Secara umum, manajemen akan mencari tema, appeal, gagasan dan/atau tawaran penjualan yang khas (unique selling proposition).
b) Struktur Pesan
Selain bertumpu pada isi pesan, efektifitas komunikasi juga dipengaruhi oleh strukturnya.
c) Format Pesan
Komunikator sebaiknya memilih format pesan yang kuat. Untuk iklan cetak, komunikator harus menentukan judul, teks iklan, ilustrasi dan warna. Jika pesan disiarkan lewat radio, komunikator harus memilih kata-kata, kualitas suara dan vokalisasi.
D. Memilih Saluran Komunikasi
Komunikator pemasaran harus memilih saluran yang efektif untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Personal
Melibatkan 2 orang atau lebih yang saling berkomunikasi secara langsung. Komunikasi dapat dilakukan dengan tatap muka, berbicara di hadapan audience, lewat telepon atau lewat surat.
2. Non personal
Pesan disampaikan tanpa kontak personal atau interaksi perorangan, tapi lewat media, suasana dan peristiwa. Media, terdiri dari media cetak (koran, majalah), media penyiaran (radio, TV), media elektronik (audiotape, video) dan media display (billboards, sign, dan poster). Suasana adalah lingkungan, keadaan sekitar yang membentuk kecenderungan konsumen untuk membeli produk. Peristiwa adalah kejadian tertentu yang dirancang untuk menyampaikan pesan tertentu kepada target audience.
E. Menysun Anggaran IMC Total
Tahapan ini adalah tahapan yang paling sulit. Terdapat 4 metode yang bisa dipakai dalam menyusun anggaran promosi:
1. Affordable Method
Anggaran disusun berdasarkan kesanggupan perusahaan untuk mengeluarkan biayanya. Metode ini mengabaikan peran promosi sebagai investasi yang memiliki dampak meningkatkan volume penjualan dalam waktu dekat.
2. Percentage of Sales Method
Anggaran promosi disusun berdasarkan persentase tertentu terhadap penjualan (sekarang atau masa datang) atau terhadap harga jual. Terdapat 3 keuntungan dari metode ini, yaitu : pengeluaran promosi akan bervariasi sesuai dengan kesanggupan perusahaan. Dua, manajemen dapat mengetahui hubungan antara biaya promosi, harga jual dan profit per unit. Tiga, dapat meningkatkan daya saing.
3. Competitive-Parity Method
Anggaran disusun berdasarkan keinginan perusahaan untuk tetap mempertahankan market sharenya karena pengeluaran yang berdasarkan persentase sales sama seperti yang dilakukan pesaing lain.
4. Objective and Task Method
Anggaran disusun berdasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan memperkirakan biaya untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Jumlah dari biaya-biaya inilah yang akan dijadikan anggaran promosi.
F. Menentukan Bauran Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (IMC MIX)
Total anggaran promosi yang telah disusun, kemudian dialokasikan untuk penggunaan alat promosi seperti iklan, promosi penjualan, direct marketing, public relation dan sales force. Dalam industri yang sama, tiap perusahaan dapat mempunyai alokasi anggaran yang berbeda.
Perusahaan selalu mencari cara untuk mendapatkan efisiensi dengan menggantikan alat yang satu dengan yang lain karena lebih hemat dan efektif. Karakteristik dari tiap promotinal tools
1. Advertising:
Presentasi untuk umum Diserap dengan baik karena dapat diulang beberapa kali Kesempatan yang lebih baik untuk memberikan 'arti' produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna. Impersonality, hanya monolog bukan dialog.
2. Sales Promotion:
Menyampaikan informasi lewat komunikasi Memberikan insentif untuk konsumen
Mengundang/mengajak konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.
3. Direct Marketing:
Melalui surat langsung, telemarketing, electronic marketing dll. Non publik, untuk orang tertentu Mengikuti kebiasaan konsumen Up to date
4. Public Relations & Publicity:
Kepercayaan yang tinggi Off-guard, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan salesman Dramatisasi
5. Personal selling:
Paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan Konfrontasi personal Menanamkan kesan yang dalam di hati konsumen Adanya respon langsung dari konsumen
III. ELEMEN KOMUNIKASI
A. Periklanan
Periklanan merupakan sebuah bentuk promosi yang impersonal (iklan idak bersifat memaksa audience untuk memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog) dan ia meliputi aktivitas mentranmisi pesan-pesan standar kepada sejumlah besar penerima pesan yang dijadikan sasaran.
Jenis-Jenis Iklan :
1. Iklan merek (brand advertising)
2. Iklan kerjasama (cooperative advertising)
3. Iklan korporasi (institutional) (corporate-institutional-advertising
Tujuan dari Iklan itu sendiri adalah : Membangun, Mengubah, dan Memperkuat kembali Sikap.
Fungsi utama dari Iklan :
1. menginformasikan
2. mempengaruhi
3. mengingatkan
4. menciptakan
Sifat sifat dari iklan :
• public presentation
• pervasiveness
• amplified expressiveness
• impersonality
Iklan dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek, yaitu:
a. Aspek isi Pesan
• product advertising
• institutional advertising
b. Aspek Tujuan
• pioneering advertising (informative advertising)
• competitive advertising (persuasive advertising)
• Reminder advertising
• Media cetak
• Media elektronik
• Media Luar ruang
B. Personal Selling
Paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan Konfrontasi personal Menanamkan kesan yang dalam di hati konsumen Adanya respon langsung dari konsumen.
C. Promosi Penjualan
Promosi adalah upaya untuk mengarahkan seseorang agar dapat mengenal produk perusahaan, lalu memahaminya, berubah sikap, menyukai dan kemudian akhirnya membeli dan selalu ingat akan produk tersebut.
D. Direct Marketing
Pemasaran langsung adalah bentuk promosi dengan cara memasarkan barang/jasa secara langsung agar mendapat tanggapan secara langsung juga dari para konsumen. Atau dengan kata lain Direct Marketing atau Pemasaran Langsung adalah penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail, dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.
Dalam Pemasaran langsung tidak harus bertatap muka secara langsung tetapi pemasaranya ditujukan secara langsung kepada seseorang. Pemasaran langsung ini bisa melalui penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail, dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.
Meski terdapat berbagai bentuk pemasaran langsung seperti surat, pemasaran jarak jauh, pemasaran elektronik, dan sebagainya-semuanya memiliki empat sifat atau karakteristik sebagai berikut:
1. Nonpublik:
Pesan biasanya ditujukan kepada orang tertentu, misalnya pengiriman surat via pos atau email, itu berarti yang mengetahui pesan tersebut hanya pihak terkait saja, public tidak mengetahui.
2. Disesuaikan:
Pesan dapat disiapkan dan dirancang dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu sebelum dikirimkan kepada orang yang bersangkutan agar ia tertarik.
3. Terbaru:
Pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat sesuai dengan kondisi terkini.
4. Interaktif:
Pesan dapat diubah sesuai tanggapan orang yang berkaitan sehingga menimbulkan suatu komunikasi yang interaktif.
E. Online Marketing
Pemasaran online merupakan kegiatan komunikasi pemasaran dengan menggunakan media Internet. Pada awalnya menggunakan halaman-halaman statis berformat HTML yang bisa diakses oleh pengguna Internet. Itulah awal dari website yang kemudian menjadi semacam 'brosur online' dan bahkan ‘kantor kedua’ bagi perusahaan-perusahaan untuk menampilkan jati dirinya ke seluruh dunia.
Pada perkembangannya online marketing tidak hanya menggunakan media website, namun juga email dan aplikasi-aplikasi lain yang berjalan di atas protocol Internet.
IV. GANGGUAN KOMUNIKASI
A. Intervensi Pesan Pesaing
B. Gangguan Fisik
C. Masalah Semantik
D. Perbedaan Budaya
E. Ketiadaan Umpan Balik
V. HAMBATAN KOMUNIKASI LAIN
A. Perhatian Selektif (Selective Attention)
B. Distorsi Selektif (Selective distortion)
C. Retensi Selektif (Selective Retention)
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Dengan demikian agar komunikasi pemasaran dapat berjalan secara efektif, maka dalam perancangannya harus memperhatikan tahapan-tahapan berikut:
1. Menentukan stimuli pemasaran yang tepat untuk membentuk persepsi konsumen dengan memperhatikan unsur indrawi dan unsur struktural
2. Memahami karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi
3. Mengembangkan komunikasi pemasaran, dengan melalui tahap:
4. identifikasi audiens sasaran
a) benefit yang diinginkan konsumen
b) melakukan analisis citra
c) menentukan tujuan komunikasi
d) menginformasikan
e) mempengaruhi atau membujuk
f) mengingatkan
5. merancang pesan
a) isi pesan (apa yang akan disampaikan)
b) struktur pesan (bagaimana menyampaikan pesan secara logis)
c) format pesan (bagaimana mengatakan secara simbolis)
d) sumber pesan (siapa yang akan menyampaikan pesan)
DAFTAR PUSTAKA
1. Komunikasi Pemasaran (1). http://vibizmanagement.com/column/index/category/strategic_management/2301
2. Merancang Strategi Bauran Komunikasi dan Promosi. http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah2.html
3. http://www.slideshare.net/suryawinata/komunikasi-pemasaran-dasar-presentation
4. Philip Kotier dan Kevin Lane Keller, Manajemenpemasaran. Jakarta, aerlangga.